Selasa, 17 Februari 2015

rainbow to the cloud

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program 
Simulasi Kompetisi Menulis 
berhadiah 2 tiket PP + voucher menginap di hotel berbintang BALI dari www.nulisbuku.com dan www.tiket.com

rainbow to the cloud
rainbow to the cloud
Langkahku terhimpit suatu akal, desisan hangat menyeruak begitu saja di telingaku. Entahlah itu apa tapi aku tidak begitu asing dengan suara ini, menurutku aku kenal namun ada yang berbeda.
Awan berbentuk menyerupai sebuah kisah, yang mana ada banyak cerita di dalamnya, sempurna! Itu kataku.
Langkah kakiku masih aku teruskan begitu saja, tanpa menengok kearah belakang, yang terpenting aku bangga bisa menikmati maha sempurna ini.
Ada suara desisan macam kelopak bunga yang sedang luluh, tapi sangat ternganga jelas jika aku kenal. Benar aku kenal itu!.
Sekejap sudah aku menikmati sebuah kisah di balik mata sosok itu, tangannya saling menggenggam menguatkan jemarinya, wajah lusuh seakan sedang dihantam beribu paku. “Ferly, Lo kenapa?” kataku berusaha mendekat mengalihkan cerita yang ia buat detik ini.
Membisu!.
Ia masih diam tak ada sentilan kata yang akan ia ucap. Matahari tetap selalu menyinari dunia ini, tak ada kata lelah untuknya demi dunia, demi kedamaian.
“Gue banci cinta! Gue benci hidup! Gue benci segalanya”
Aku tersenyum sekilas, sahabat ku ini selalu cengeng jika berhadapan dengan cinta, lalu mengapa ia merasakannya jika akan berakhir tangis, sungguh tragis bukan?!.
“Kita yang mulai merasakan cinta, berarti kita juga yang harus memenangkan perlombaan untuk bahagia” usapan halus aku seruakan untuk sahabat ku ini, membelai setiap inci wajahnya yang terbekas jejak tangis. Dingin, menyesal dan haru-itu isinya-.
“Apa lo kenal warna kecuali hitam dan putih?” tanyanya lagi sebelum ia benar-benar berani membenamkan bola matanya untuk ku.
“Aku menegnal warna itu, dan hanya aku yang mengenalnya. Namun, semua orang akan menegnal warna hidupku jika kalian mengisi dunia ku”
Matanya yang masih terbentur dengan kaca air mata melekat tepat dalam mataku, memberi sebuah gumpalan rasa yang ia pendamkan. Tak ada kata, tak ada arti, semua rasanya tak boleh ada yang mengerti apa terjemahnya, hanya dia dan dia saja yang mengerti, mereka dan kita tak perlu mengerti.
“Lihat awan itu, fer. Ia membentuk sebuah bentuk, di balik bentuk ada gumpalan cerita yang mengkisahkan dunianya. Coba tatap cahaya matahari itu, Fer” Ferly mulai mengikuti instruksi telunjukku, lalu berlahan menutup kelopak matanya yang sendu nan lemas itu, mungkin ia merasakan berlahan apa yang pernah aku rasakan.
“Apa kau melihat warna yang banyak, dan dirimu tak bisa kan mengatakan warna apa saja itu?” berlahan matanya membuka membentuk senyum simpul di garis bibirnya “Itulah yang aku inginkan dari kata ku. kau bisa menerawang isi dunia yang bermacam rupanya, bukan tentang tangis saja atau senyum, namun tentang melawan dan melombakan untuk terus bisa maju”
“Lalu apa hubungannya dengan diri kita ini, yang tak bisa mengerti harus memilih cinta atau sahabat?” Ferly mulai memasukan pikirannya kearah ku, ya walaupun hanya melalui mata aku bisa menerawangnya, aku bisa merasaknnya walau sebersit.
“Jika kau tak membutuhkan cinta, lalu bagaimana kau bisa bersahabat dengan kita? Sahabat perlu cinta, dan cinta perlu bersahabat, untuk saling mengerti dan melengkapi” kataku lalu aku balas senyumannya tadi dengan rangkulan tangan ku.
Tak ada yang perlu kita sesali ketika masalah menerpa, yang perlu kita sesali hanya kenapa kita bisa terpeleset dengan alur yang menyerupai duri. Runding dan membuat kita tak bisa meneruskan kearah maju, sekecuali ingin mati di tempat.


Selasa, 10 Februari 2015

tess..tess..

brak..brak..brak....
"ahh sial aku selalu kalian pandang salah, kau pikir aku ini menjijikan untuk kau hadiahi sekedar seulas senyum. haiii kau bisa berkaca tidak jika disini aku tersiksa, heyhey!"
***
huhh tarik nafas..keluar...nafas...keluar...dan netes deh *huaaa

haii rindu ku yang menyongsong di luar alam fana sana, hai assalamualaikum yangti yangkong, aku merindukan kalian sejak aku terlahir. 

kalian tahu tidak ti kong aku sekarang sudah besar lo, umur ku akan menginjak 15 tahun besok 8 juni, nama ku juga masih sama Vina Yuniar Chafifah, bahkan ada orang yang mengartikan jika namaku itu nama orang kristen-khatolik ngakak sendiri kan kong ti kalau dengernya, huahahahah:D

ati akong vina kangen kalian, kalian yang sudah pergi di alam sana, alam yang terpisah sejak vina belum mengenal fananya dunia ini, sejak vina pula belum tercipta ati akong udah pergi kan, hihi vina pengen banget ketemu kalian.

ti kong vina mau ngucapin makasih buat ati akong karena sudah hadirin malaikat untuk vina, mas dan mbak, sosok malaikat bagi kita yang cerewet tapi hebat yaitu anak ati ke dua yang sering kita sebut "IBU" nahh sekarang ibu jadi sosok sukses di sini (turi, panekan, magetan) sosok guru math di MAN PANEKAN, hihi galak banget ya ternyata ibu tapi tenang ti vina sayang ibu kok walaupun vina sering bikin masalah+buat ibu nangis+marah dan yang lainnya tapi di hati vina selalu trcetak nama ibu lo ti kong, gak akan sirna rasa cinta vina ke ibu ti kong, vina akan jaga ibu untuk ati dan yangkong. pokoknya sekarang kita udah hidup bersama di rumah desa ini, menjadi 5 keluarga walaupun sekarang tinggal 4 karena mas hafid udah kuliah, atau entar lagi juga bakal 3 orang karena mbak ari juga bakal nyusul mas, saat-saat nanti vina, mbak, mas juga bakal pergi nimba ilmu kok ti, jadi kalau kita pergi ati akong jagain ibu sama bapak ya, kalau mereka nangis panggil vina biar vina bisa ngerasainnya. laff

tau tidak ti kong, kalau temen-temen vina itu sedang liburan mengunjungi rumah grandma grandfa vina itu iri lo ti kong, bahkan setiap kali mereka bercerita kalau ulang tahun selalu di hadiahi ini itu vina pula juga iri, awawaw vina iri-an banget kan ti kong, inilah ti kong cicit mu yang lemah pula juga cengeng, hampir setiap kali kalau ada yang menyinggung vina tentang ati akong vina nahan nangis lo, aduhhh vina gak bisa kasih tahu ciri-ciri cengeng ti huhu :'(

ti kong vina mau curhat di sini, vina bingung mau curhat sama siapa, ya tau sendiri kan ti kong semua orang selalu anggap vina negatif kalau lagi curhat, ya jadi lebih baik bukaannya sama sahabat atau buku diary deh, kan plong tuh walau enggak menyeluruh. hihi
ti tau tidak ti aku kan cewek ti nah ada temen sekelasku ti cowok yang yaampun ti dia itu ganjen ke vina ti, vina itu sumpah muak banget ti, tapi sayang ti vina gak bisa muak sama dia *tapijujurmuaksih* ya karena dia itu tempatnya deket sama vina duduk dan pula di anak piatu, kan agama ngelarang kalau nyelakain anak piatu atau yatim, makannya vina gak mau nyelakain, hihi :D. tapi ti dia itu bikin malu vina lo ti, bayangkan ti masak sih ngomong ke temen-temennya kalau dia itu deket sama aku, oke emang deket sih ti tapi kan cuman sebatas temen, bahkan kalau aku ketemu temen-temennya itu aku selalu di teriakin namanya ti, sumpah sumpek tau ti. huhuhu pengen nangis ti, aaaaaa:'(
nah ti terus tu ti dia itu sering curi-curi pandang ke vina, curi-curi cara biar deket vina, curi-curi buat vina nyaman sama dia, tapi sayang ti vina itu selalu terjebak sama dia, vina aja baru tahu soal dia kalau *anu* ke vina itu juga dari temen cowok yang deket sama vina, satu kelas juga sama vina, dan juga temennya tuh anak cowok, huaaa ti aku risih ti aku risih, apa lagi dia itu ya kelakuannya gak nggeh sama tipe vina. hihi

baiklah ti maafin vina ya ti sekarang vina punya tipe buat milih cowok, tapi ti ingetya ti bukan tipe dari tampang lo ti tapi tipe dari hati lo ti *cielah* aku tau ti dia itu baik sih, tapi ti big nononono aku benci sama dia karena dia itu ternyata anaknya gak sopan lo ti, iya sih vina frontal+cuek+judes ke orang tapi sebagaimanannya vina ke orang lain vina kalau ngomong selalu pakek bahasa indonesia kan ti walaupun bahasa jawa krama vina gak bisa tapi vina pakek bahasa indonesia halus kan ti? ahh pasti ati tau *hihi* dia itu pernah ti mancing guru cowok olah raga ku, gak tahu vina masalahnya apa, tiba-tiba guru itu marah besar ke dia, dan parahnya lagi dia itu jawab gak sopan ti, setiap guru ngomong di jawab, gak cuman guru cowok bu guru juga iya ti tepat tadi pas bahasa pelajaran BUKU PATEN, ihh dan itu buat aku yakin kalau dia di rumah juga kayak gitu, nahh ti makannya vina benci sama dia, ya kalau vina deket sama dia takutnya dia nanti nularin sifat iyuhnya ke vina, kan gak mau aku ti, *huaaahh* nah ti terus ti, vina sekarang mau belajar dari ati yang punya kehidupan yang memiliki sosok akong, awawaw itu bahagia banget kan ti soalnya yangkong gak pernah negrokok dan vina BENCI COWOK NGEROKOK. TITIK! ya sih walaupun gitu bapak vina perokok tapi vina gak pernah benci kok ke bapak soalnya bapak itu selalu hormati aku, ibu, mbak yang benci ngerokok jadi salahkan ti kalau aku ngejahuin bapak ku, walaupun sering nyuekin(anggep gak ada orang) kalau bapak ngomong, hihi maaf ti vina kan gitu kalau di rumah *miskin bicara, kaya menangis* wkawka :D

nah ti gimana ya ti biar tuh cowok jera ke vina, vina RISIH, MUAK, JIJIK dan yaa begitulah, males nerjemahin ti kong hihi :D 

terus ti vina sekarang kangen ati akong lo, semenjak mbah ti vina di sini sakit vina jarang ngedengerin cerewet supernya mbah ti vina yang bikin kangen, dan apalagi mbah kong vina sekarang gampang marahnya, vina akut ahhh *awawaw lay ini* jadi ya gitu gak ada penyelamat gitu ti, kecuali laptop dan hp vina, hihi *muah kalian*

dah ya ti takut ganggu yangti yangkong bobok di sana, yang tenang ya ati akong, vina cinta kalian, vina rindu vina sayang yangti yangkong. kapan2 dengerin vina curhat lagi ya ti kong, entah di blog atau buku diary atau bicaraan vina di dalam hati, pokoknya yangti yangkong harus tetep hidup untuk vina ya. muaahhh :* duhh tuhkan vina cengeng, apa vina bilang kalau vina itu kaya air mata ti, jadi ya selalu buang-bunag air mata gitu ti. maaf ya yangkong yangti vina gak bisa nahan kalau udah denger nama yangti yangkong bawaannya pengen netes mulu. 

Sabtu, 07 Februari 2015

WHO AM I?

hahaha :D
mari tertawa, mari menertawai sosok gila, mari mendustakan diri kita sendiri.

kini ini lah aku, memiliki impian yang cukup full namun sayang ada takdir yang menghambat segalanya. bukan menghambat hanya saja perlu banyak waktu untuk mendaatkannya. satu hal yang ingin aku capai, semua orang pasti tahu bukan tentang BAHAGIA itu apa, sudah jangan di tafsirkan banyak penafsiran tentang KEBAHAGIAAN itu, jadi hanya bahagia yang aku impikan mulai detik start sampai sekarang.

semua orang pasti akan beranggapan aku ini sosok ini itu ketika dirinya sudah menetapkan matanya ke tubuhku, seluruh jiwa ku. aku selalu merasakannya di manapun itu.

ketika ada banyak sosok bertanya tentang begini:
"Kamu sudah pernah merasakan kiss?"
"kamu sosok yang manja"
"aku ingin seperti mu, yang selalu mendapatkan kebahagiaan di rumah"
"kamu itu gadis inceran banyak cowok, sudah cantik, cerdas, pula sempurna"
"siapa sih yang enggak kenal kamu, bahkan banyak cowok yang kenal kamu tapi sayang kamu nolak dia karena tipe mu tinggi" DAN LAINNYA.

aku hampir gila dengan kalimat itu, bagaimana aku ini bisa hidup di grumbulan sosok banyak orang sok tahu seperti itu, aku akan katakan di sini.

entah ada setan halus yang merajukku untuk menulis segalanya di sini. baiklah aku ku tulis tuan raja yang tak terlihat.

kiss? apa itu, aku memang mengerti tentang itu, namun bukan berarti aku ini sosok hina yang meralakan barang berharga ku di curi, kau gila hey kawan ku.
manja? hahaha :D baik ada yang mengatakan aku manja, kalian itu salah besar, sungguh aku itu memiliki 2 kepribadian berbeda antara di rumah dan di luar rumah, tanya seluruh isi rumah ku bagaimana aku ini.

jika lau kalian hanya mengenalku di luar rumah kalian sama halnya belum sosok sempurna untuk mengenal ku. aku sosok yang cuek, tak ingin mengerti banyak hal, tak ingin berbicara jikalau tidak ada yang menanyai atau yang membuat ku ingin membrontak, kau tahu tidak aku jika ada ayah atau ibu ku yang menanyai ku 'sudah makan?' 'sudah pulang?' 'sudah sholat?' (dan lainnya) kau tahu apa yang aku jawab! aku tidak menjawabnya, sumpah demi apapun aku tidak akan menjawab pertanyaan jika aku bisa menjawabnya dengan gerak tubuhku, misalnya kedipan mata, jempol tangan, atau hanya diam itu saja yang lainnya aku tidak melakukan, bukan malas atau judes, memang aku begini, tidak ingin tahu banyak hal kecuali ada saluran internet yang menarikku harus mengenal ilmu itu.

hemm... baik akan ku jelaskan bagaimana aku di sekolah. hahaha :D hey kawan jika aku memiliki sifat sama dirumah dan sekolah mau seperti apa aku ini, kuper atau katrok? ohh aku anti dengan kata itu, tapi kataitu selalu menjadi panggilan sanak family untuk ku, ohh tentu itu fakta jika mereka belum mengerti aku di luar rumah.

pencicilan, cerewet, super aktif, tidak mau diam, ingin mengerti banyak hal, ingin leluasa, ya itulah aku ketika aku di sekolah(luar rumah). jangan beranggapan jika aku di luar rumah akan artinya aku balas dendam, bhahaha kalian salah besar! justru menurutku itu sama aja, aku tidak pernah di kekang untuk masalah harus aktif, justru semua orang mendukungku hanya akunya saja yang.... yaaa terlalu lemot! orang tua ku hanya mengekang ku untuk berperilaku, dan belajar, kau tahu kadang aku bisa seperti orang gila ketika lontaran kata kekang untuk harus belajar ini itu, duhaiii aku ingin matih!.

hey jangan beranggapan aku ini sosok yang berganti-ganti, kau pikir aku ini paorengers yang bisa berubah ubah, hey hey kalian jangan sok tahu! aku memang anak desa tapi aku belajar bisa mengerti tentang banyak daerah, ya beginilah aku penggila internet!

aku memilki bahagia di rumah? kalian salah besar! aku ini menciptakan kebahagiaan sendiri aku hanya tak ingin seseorang merasa repot karena permintaan ku, maka dari itu kenapa aku selalu menjadikan internet, laptop dan hp barang kesukaan ku, ya tanpa mereka aku ini akan menjadi abu, tak ada maknanya, laruh seperti semut kecil gampang terinjak.

apa kalian bilang, aku ini cantik, cerdas pula sempurna! ohh dasar kalian tak bisa mengerti aku, justru aku itu ingin seperti itu, namun stop kalian berpikir aku cantik! ohh no aku tidak tertarik dengan kecantikan, menurut aku cantik itu hanya hiasan di wajah/tubuh, sama saja kalau cantik tapi sudah memiliki kehinaan, ya baik itu pula juga aku. justru aku lebih suka seseorang mengatakan jika aku itu tidak cantik, ralat bukan buruk atau jelek tapi tidak cantik, kalau semua orang mengetakan sosok itu jelek, sama saja mereka menghina sang pencipta! ingat!

kau pikir aku ini cerdas? hey cerdas dalam artian apa? jangan salah mengartikan! aku ini hanya cerdas mengolah sifat saja. kalau masalah materi pelajaran ini sedang berjuang, lagi pula aku ini masih SMP belum bisa mengambil banyak ilmu. ingat!

banyak cowok? ekekek:D aku tidak separah gadis malam hey! aku ini bisa memilih mana cowok baik mana cowok yang buruk, bahkan aku memiliki tipe tinggi dalam pemilihan. ingat bukan tipe luar tapi tipe dalam jiwanya. tidak penting itu jelek atau ganteng, yang penting otak, hati dan jiwa masih terlihat normal.

ohh sudah lah jangan banyak bicara kau ini Vin, aku muak lama-lama! aku writer juga muak menjelaskan siapa aku, yang jelas aku memiliki 2 kepribadian berbeda, jangan kaget ketika sudah bisa mengenal ku dari luar dan dalam, sungguh seperti angka 5 melawan angka 25, sangat jauh! itu pula kata banyak orang yang sudah mengenalku. hahah :D lucu mereka, ohh ya terimakasih my lovely.

baik aku katakan, kenali aku terlebih dahulu lalu akan ku ajak kau menuju dunia ku yang penuh dengan warna, jangan katakan warna hitam dan putih saja, bahkan akan ku kenalkan warna baru yang belum pernah semua orang kenal kecuali kau temui di dunia ku sendiri.

sampai jumpa, aku menyayangi suara yang berbicara itu. :)