aku tak pernah berpikir bagaimana kisah ku masa lampau ketika aku masih mereka sebut bukan manusia resmi, hanya dengan manusia mungil saja itu sebutan ku. namun kini aku sudah remaja menjalani kisah di atas jembatan, yang terkadang goyah tertepa angin kadang pula kuat karena tali menggelantung, hidupku goyah itu selalu, yang aku tahu hidupku tak pernah mendasari di atas awan yang serasa ada di atas surga, TIDAK PERNAH!
aku menemukan kerikil lalu aku lempar, namun ia tetap kuat, namun ketika aku menemukan bata, aku kembali lempar lagi namun sayang ia terlalu retak untuk menahan diri tegar.
kini aku mengerti arti yang mana tuhan menciptakan bumi ini, yaitu untuk melawan cara dunia mempermainkan kita, entah dengan apa namun sampai sekarang aku tak mengerti bagaimana caranya, yang aku tahu aku hanya mengerti bagaimana cara berbohong terhadap diri sendiri dan orang lain.
aku terlalu gengi, baik sebut saja itu! SEBUT SEKARANG!
aku gengsi aku bisa kuat, aku gengsi aku bisa rapuh, aku gengsi pula jika aku adalah VINA, sosok yang mengerti bagaimana arah ku pulang ketika rimbun pepohon menutup arah ku kembali.
kini aku sama halnya ranting yang mudah rapuh, namun seketika ranting rapuh ada daun di sana yang menutupi rapuhnya dan pula menguatkan rapuhnya, seketika ranting puas, rantinglah yang harus membuat daun itu tumpah tanpa mengucap kata 'Maaf' 'terimakasih'.
baiklah, aku jujur aku seperti itu, yang lupa akan mana sosok yang memperkuatkan ku, membela air mata ini menjadi beku namun sayang darah merah memberanikan diri untuk masuk dalam hatiku, membiarkan darah putih hanyut keluar menuju neraka.
kini aku tak mengerti, apa itu kebahagiaan? apa itu tangis? dan apa itu senyum? semua hanya kata yang tak akan tertafsirkan, aku tak mengerti pula siapa yang menciptaka kata itu, sang pencipta kata itu semakin membuatku tertekan akan mana aku harus mempelajarinya, kenyataannyalah jika aku tak bisa mempelajarinya, aku hanya bisa melakukan tanpa dengan hati yang tulus. WRONG! KETAHUILAH!